Mengenal Musik Cadas
Pada tahun 1950-an para seniman di Prancis dan Inggris biasa
mengekspresikan karya mereka di stasiun kereta api bawah tanah. Mereka tidak
pernah diberi akses oleh pemerintah pada fasilitas atau gedung-gedung
kesenian pada saat itu. Karena dinilai karya-karya mereka mengandung
muatan-muatan pemberontakan pada pemerintahan. Di tahun yang sama juga
benua Eropa mengalami revolusi industri. Ketika sektor-sektor industri di
Eropa melakukan transformasi teknologi yang drastis. Hal ini berdampak pada
banyaknya pengangguran dan menimbulkan masalah sosial. Istilah rock’n’roll sebagai musik baru pasca perang dunia kedua muncul
pada tahun 1951, ketika seorang disc jockey kulit putih bernama Alan Freed di
radio WJW, Cleveland memutarkan lagu-lagu rhythm and blues dengan istilah
rock’n’roll melalui program musik Moondog’s Rock’N’Roll Party. Penggunaan
ini dilakukan dengan alasan untuk mengurangi prasangka rasial bahwa music
rhythm and blues merupakan musik ras kulit hitam. Keberadaan musik
rock’n’roll memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penerimaan
masyarakat secara umum pada musik kaum kulit hitam yang sebelumnya
kurang mendapatkan tempat diindustri musik (Saskara, 2018). Munculnya dua band besar, Black Sabbath dan Led Zeppelin
merupakan acuan bagi band-band yang muncul setelahnya. Mereka membantu
mengatur template untuk band-band metal, terutama dalam hal bermusik,
fashion, sikap, dan gaya. seperti musik yang lain, metal juga terus mengubah
dan berkembang menjadi subgenre yang berbeda sesuai dengan budaya
tempatnya berkembang (Phillips & Cogan, 2009).Pada akhir dekade 1970-an dan awal 1980-an, muncul New Wave of
British Heavy Metal (NWOBHM) di Inggris. Band-band yang mengusung
NWOBHM ini membawakan musik heavy metal dengan lebih cepat dan lugas.
Motorhead, Iron Maiden, Judas Priest, dan Saxon merupakan band-band yang
membawa musik heavy metal generasi baru ini. Sebagian gaya yang banyak
dibawa dari blues rock dihilangkan dan diganti dengan unsur punk rock.
Biarpun unsur yang menjadi penagaruh kuat dalam music metal ini berubah,
namun konsep tentang perlawanan masih sangat kental terasa (Susilo, 2009).
Salah satu genre dari musik heavy metal adalah black metal. Black
metal adalah sebuah subgenre dari heavy metal yang melibatkan gaya bermusik
thrash, doa liris dari okultisme, satanisme, kesetiaan kepada agama-agama tua
dari Norwegia, atau kadang-kadang asosiasi dengan kekuatan putih dan
gerakan kebanggaan Arya. Band pertama yang diberi label black metal adalah
Band Venom diawal tahun delapan puluhan. Band berikutnya seperti Bathory
dan Burzum juga dicatat dalam gaya mereka. Meskipun banyak band-band
yang telah mendapatkan citra sebagai band black metal, seperti Led Zeppelin
dan Black Sabbath (Wiederhorn & Turman, 2013).
Akan tetapi, kepopuleran musik rock’n’roll tidak bertahan lama.
Menjelag tahun 1960, tren musik rock’n’roll akhirnya menyurut seiring konflik
yang terjadi di masyarakat karena banyaknya penolakan terhadap musik
rock’n’roll yang pada masa itu dipandang memberikan banyak efek negatif
bagi remaja. Selain itu, dorongan untuk menciptakan tren musik baru yang bisa
lebih diterima oleh masyarakat kebanyakan. Salah satu aliran musik baru yang
lahir akibat konflik ini adalah musik heavy metal (Saskara, 2018). Rambut gondrong bukan hal yang utama lagi dalam identitas mereka,
walaupun larangan untuk berambut gondrong dalam metal satu jari juga tidak
ada. Metal satu jari mengusung prinsip dan idealisme Islam dan anti-Zionis.
Meski tampil urakan, bagi mereka konsistensi terhadap prinsip adalah nomor
satu (Safitri, 2014).
Ketika adzan berkumandang, mereka menghentikan aktivitasnya dan
shalat terlebih dahulu. Bagi mereka, Islam tetap nomor satu jika dibandingkan
dengan apa pun. Berbeda dengan lirik lagu metal lain yang bertema anti-Tuhan
dan memuja setan, lirik-lirik lagu band metal satu jari bersumber dari Alquran
dan hadist, serta mengusung tema sosial dan politik yang sedang terjadi di
Indonesia. Mereka menganggap hal tersebut adalah perjuangan anak band
underground untuk berjihad dengan musik. Pendukung metal satu jari
mengganti salam metal pada umumnya yang menggunakan dua jari (telunjuk
dan kelingking) dengan salam satu jari. Gerakan dengan menunjukkan jari
telunjuk ke arah langit itu telah diterjemahkan dalam berbagai bahasa dan
diikuti jutaan pencinta musik metal di Asia Tenggara dan Timur Tengah.
Gerakan mengangkat jari telunjuk ke arah langit yang kini populer dengan
salam satu jari itu dimaknai sebagai tauhid, yakni percaya kepada satu Tuhan,
Allah. Tidak jarang gerakan tersebut diikuti dengan meneriakkan kata
laillahaillallah atau allahu akbar. Muhammad Hariadi Nasution atau biasa disapa Ombat adalah orang
yang pertama kali berani mendeklarasikan bahwa dia tidak mempunyai
ideologi dan gaya hidup yang sama dengan metalhead pada umumnya. Pria 40
tahun itu selain sebagai advokat, juga merupakan pendiri sekaligus vokalis
band Tengkorak, band aliran heavy metal yang mengangkat tema jihad dan
pesan Islam dalam karyanya. Nama Ombat kerap disinggung pers karena dia
adalah kuasa hukum terpidana kasus terorisme Muhammad Jibril. Sehari-hari
Ombat adalah pria dengan multiprofesi yang bertolak belakang. Selain menjadi
pengacara kasus terorisme, Ombat merupakan pendiri band aliran grindcore
pertama di Indonesia yang bernama Tengkorak. Metamorfosis Tengkorak
terjadi setelah bertahuntahun berkarya di musik underground yang identik
dengan perilaku kasar, arogan, dan liar. Dulu Tengkorak sama seperti band
underground lain yang menggunakan simbol metal dua jari, yakni tanda jempol dan telunjuk. Ternyata, simbol itu merujuk pada simbol setan dengan dua
tanduknya dan anti-Tuhan. Kini Tengkorak menggagas trend baru, yakni
mengganti salam metal dengan salam satu jari. Gerakan dengan menunjukkan
jari telunjuk ke arah langit itu telah diterjemahkan dalam berbagai bahasa dan
diikuti jutaan pencinta musik metal di Asia Tenggara dan Timur Tengah. Arti
gerakan tersebut dikatakan Ombat sebagai tauhid, yakni percaya kepada satu
Tuhan. Awal metamorfosis itu terjadi sekitar sepuluh tahun silam. Ketika itu,
Ombat dan rekan-rekannya mendapatkan hidayah dan tersadar bahwa karya
musik mereka adalah konspirasi Barat untuk merusak generasi muda. Sejak
saat itu, band yang memiliki ratusan ribu fans fanatik di Asia Tenggara tersebut
memutuskan membawakan aliran musik tauhid. Walaupun tetap melahirkan
musik dengan tempo cepat dan keras, lirik-lirik yang diusung kini bertema
jihad dan anti-Israel. Awal pertama kali Ombat dkk.yang tergabung dalam
band Tengkorak menyuarakan metal satu jari adalah pada tahun 2009 pada
suatu acara “Urban Garage Festival”. Di atas stage, Ombat mengejek simbol
dua jari (jari telunjuk dan ibu jari) yang sering digunakan metalhead sebagai
simbol, Ombat mengejek mereka yang menggunakan simbol tersebut karena
dianggap menyembah seekor kambing. Di atas stage itu pula Ombat pertama
kali memperkenalkan simbol satu jari yang berarti tauhid, yakni percaya pada
satu Tuhan. Ombat mengacungkan jari telunjuknya ke langit sambil
mengucapkan kalimat Lailahaillallah diikuti dengan kalimat takbir Allahu
akbar. Seluruh audience mengikuti gerakan tersebut sambil bersahutan mengucapkan kalimat takbir. Sontak suasana kelam ciri khas konser metal
seketika itu luntur, seketika itu pula metal satu jari lahir. Manusia adalah makhluk yang selalu mengekspresikan dirinya melalui
berbagai media, salah satunya adalah musik. Dalam perkembangannya, musik
terbagi-bagi kedalam genre yang sangat beragam, mulai dari musik klasik
hingga musik modern. Salah satu genre yang ada dan berkembang pada era
modern ini adalah musik metal. Musik metal adalah musik dengan alunan nada
yang keras dan diiringi vokal yang kurang jelas didengar. Dunia yang semakin
maju dan berkembang menjadikan persebaran dan juga pertukaran budaya
menjadi semakin mudah, termasuk fenomena heavy metal. Fenomena heavy
metal masuk dan menyebar ke berbagai negara dengan latar belakang politik,
budaya, dan agama yang berbeda, termasuk di Indonesia. Di Indonesia, banyak
sekali bermunculan band-band yang beraliran heavy metal. Namun, karena
musik yang sangat keras serta lirik-lirik lagu yang kadang mengungkapkan
tentang kematian dan satanisme, maka band-band metal kurang mendapatkan
tempat dimasyarakat. Dalam genre ini, banyak juga dijumpai simbol-simbol,
aksesoris, dan lirik-lirik yang dianggap oleh kebanyakan orang sebagai bentuk
kesesatan, karena kental akan kesan satanis dan pemberontakan akan nilai-nilai agama.
Comments